Teh Celup, Si Kantong Putih Penuh Kontroversi

26 Mar

Teh celup tidak hanya enak, tetapi juga praktis. Namun, kantong teh celup yang terbuat dari kertas masih menuai kontroversi hingga sekarang.

Kantong teh pada umumnya berwarna putih yang berisi daun teh untuk dicelup. Kantong teh berfungsi untuk mempermudah proses penyeduhan dan pembuangan daun teh. Fungsinya hampir sama dengan teh infuser. Beberapa kantong teh memiliki tali terpasang dengan kertas label yang membantu proses penyeduhan serta berfungsi untuk mengidentifikasi berbagai merk teh. Oleh sebab itu, penemuan teh celup merupakan suatu teknologi sederhana yang mempermudah para konsumen untuk menikmati teh dengan lebih praktis. Hanya dicelup selama beberapa menit. Kemudian kantong teh diangkat dan dibuang. Bayangkan, jika kita minum teh tubruk. Kita masih harus menyaring daun teh dan membuangnya. Jauh dari kata praktis!

Kertas kantong teh dibuat dengan campuran serat kayu dan sayuran(pulp). Pulp ini akan mengalami proses bleaching sehingga warna menjadi putih. Kantong teh umumnya dilengkapi dengan plastik yang tahan panas seperti PVC atau polypropylene, sebagai komponen pada bagian dalam permukaan kantong teh.

Kita sering menyeduh teh dengan kantongnya agak lama. Karena semakin lama diseduh, warna teh akan semakin pekat dan tentu saja aromanya lebih keluar. Namun, semakin lama kantong teh dicelup, maka zat-zat kimia dalam kantong teh pasti akan bermigrasi ke dalam air teh. Apalagi dengan kondisi suhu tinggi yang makin mempercepat perpindahan ini. Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 – 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.

Inilah penyebab kenapa teh celup masih menjadi kontroversi sampai sekarang. Di balik kepraktisannya, ternyata kantong teh juga dapat menyebabkan migrasi komponen berbahaya ke dalam air teh yang akan kita konsumsi. Solusinya, jangan berlama-lama menyeduh teh (sekitar 2-3 menit saja) atau yang lebih aman, kita kembali mengonsumsi teh tubruk…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: